sendernim · 4mo

hi kak Subak, aku udah baca diary kamu tentang SA yang kamu alami. Pertama tama, aku mau berterima kasih karena kakak sudah bertahan sampai hari ini dengan memori yang menjijikkan dan penuh trauma itu. Sedikit cerita, Aku dan kakakku juga kena SA (berulang kali), pelakunya paman dan tetangga. Kalau itu pas aku masih TK-SD, belum paham soal aktivitas seksual dan pemerkosaan. Dan sekarang kedua pelakunya udah meninggal dan orang tuaku juga meninggal tanpa tau menahu soal itu. Kapan aku sadar aku pernah diperkosa? Tragisnya aku sadar setelah lulus kuliah. Aku mencoba mengais ngais serpihan ingatan itu. Ooh ternyata selama aku bermain dengan paman, dia udah beberapa kali memperkosaku. Ohhh ternyata kakakku juga korban beliau, pantes dulu pas dia datang nganter mainan dan tas baru ke rumah, kakakku ga mau ambil tas itu. Pas aku dipancing ke motel dan aku panggil kakakku dari jendela motel pun, kakakku menolak masuk motel itu (menolak ketemu pamanku). Hingga hari ini kakakku gamau bahas soal paman ke aku. Akupun ga mau memverifikasi serpihan memori traumatis itu. Aku cuma ingat sangat jelas, pas alat kelaminku dielus elus dan saat aku rebahan dan diajak main sambil tergelitik. Aku masih ngekeep ini ke siapapun. Ampe sekarang kalau denger berita SA tuh tringgering banget! Aku tadi juga membaca tulisan kakak langsung bikin dingin tangan dan kaki. Rasanya ikutan marah, ikutan gemetar, ikut sedih sebagai sesama penyintas. Kita gabisa mengubah masa lalu tapi aku cuma pengen kakak tau kalau aku bangga dengan keberanian kakak menuliskan dan sharing ini ke kami pembacamu. Aku belum bisa ngelakuin hal yang sama, aku masih perlu belajar memproses ini semua. Kamu keren kak! I wish I could do it too. sending warmest hugsss untuk kamu subaknim🫂🫶🏼 Makasi udah bertahan! You should be proud of today’s version of yourself. Kiranya semesta selalu menjauhkan kita dari marabahaya. Amin

Kaa, im sorry it happened to you🥺💔 aku paham apa yang kamu alami, aku pun saat kejadian pelecehan dulu sebetulnya belum terlalu paham apa itu pelecehan, karna usiaku yang masih kecil. Aku semakin sadar dan paham seiring beranjak dewasa. Idk, tapi semenjak kejadian itu semua, aku ngerasa empatiku jadi hilang, emosiku hilang, aku ngerasa kosong. Hal yang gak aku tulis di medium, adalah ketika aku sadar aku dilecehin, batinku kayak kosong, hampa, gak ngerasain emosi apapun.

Kak, i will and always sending you a big hug also. It's okay kalau belum siap cerita, kak. Tapi dengan kamu terbuka sama aku di sini, kamu gak kalah hebat. Kamu keren kak, semoga segala ruang aman senantiasa mengelilingi kita semua sebagai perempuan, dan semoga kebahagiaan selalu menyertai kaka dalam menghadapi trauma masa lalu. Lots of love buat kaka🩷🩷

Revospring uses Markdown for formatting

*italic text* for italic text

**bold text** for bold text

[link](https://example.com) for link